Halaman

Selasa, 19 Maret 2013

Hinakah status JANDA?

Tulisan ini gue tujukan buat orang-orang yang selalu memandang orang lain berdasarkan status sosialnya.

JANDA, ya JANDA. Terkadang pada umumnya orang-orang selalu menandakutipkan status ini. Kenapa? Apa janda itu gak berhak mendapatkan kehidupan yang layak? Apakah janda itu merupakan status yang hina? Apakah seorang janda itu melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain? Apakah seorang janda itu gak berhak mendapatkan penilaian yang positif dari khalayak umum? Hellow... Janda itu manusia juga? Janda juga berhak hidup layaknya orang-orang kebanyakan. Yang membedakan antara janda dengan perempuan laiinnya ya cuma karena janda pernah menikah dan pernikahannya itu gagal. Apa ada yang salah dengan semua itu? Justru janda lebih mempunya harga diri ketimbang perempuan yang bersuami tetapi masih suka bermain-main dengan lelaki lain. Apalagi lelaki tersebut masih berstatus suami orang. Coba bandingin, lebih hina mana? Janda yang menjaga dirinya baik-baik atau perempuan punya suami tapi masih maen mata sama suami orang. Ih naudjubillah...

Sekarang coba deh buka mata hati masing-masing. Janda juga menjalani kehidupan normal sam dengan perempuan lain? Oh ya. Kenapa ya seorang janda selalu dicap buruk di mata khalayak umum? Apa karena kebanyakan seorang janda suka bermain-main dengan suami orang? Wooy sadar woy, gak semua janda seperti itu. Janda juga masih mempunyai hati nurani. Seorang janda yang mempunyai anak dan masih bisa membiayai demi kehidupan anaknya dengan cara yang halal gue rasa janda tersebut merupakan WONDERWOMAN. She is a single parent. Tapi justru dia lebih survive untuk membiayai kehidupan dia sendiri beserta anaknya TANPA bantuan laki-laki. 5 Jempol deh buat dia.

Ehm, any way gue mau cerita tentang kehidupan seorang temen gue yang statusnya sama dengan yang disebutkan di atas. Anggap aja namanya Rini (bukan nama sebenernya ya). Rini itu usianya masih satu tahun di atas gue. Kalo tahun ini dia masih berumur 24 tahun. Dia pernah menikah dengan seorang laki-laki. Tapi pernikahannya itu cuma seumur jagung. Cuma 6 bulan pernikahan dia bertahan. Kenapa bisa gitu? Ya bisa lah. Namanya juga takdir. Kita semua kan gak ada yang tau takdir yang udah ditentukan Tuhan. Ditambah lagi berdasarkan cerita dia. Kayaknya dia belum mengenal banget-banget karakter mantan suaminya itu. Selama 6 bulan itu dia cuma bisa berhadapan dengan sikap dan suaminya yang bisa dibilang agak keras. Sebulan menjalani bahtera rumah tangga masih nyaman-nyaman aja. Setelah lebih dari dua bulan kok kayaknya ada yang beda dari sikap mantan suaminya terhadapnya. Mantan suaminya udah jarang pulang ke rumah. Tiap malem pun Rini cuma bisa nunggu, nunggu dan nunggu suaminya pulang ke rumah. Tiap dia buka lemari, dia liat baju-baju suaminya. Dan tanpa sadar, pipinyapun udah basah sama air mata. Ya Allah... "kapan dia pulang". Dan semakin ke sinipun makin jelas bahwa suaminya ada main sama perempuan lain. Dan pernah terucap dari mulut mantan suaminya itu kalimat-kalimat yang nyakitin hati banget. Begini katanya "gw gak akan pernah mau punya anak dari rahim lo". Degg denger hal itu dari mulut suaminya Rinipun tumbang. Dia tahan pernikahan dia walaupun sakitnya tak tertahankan. Tapi yah namanya juga manusia. Punya batas kesabaran. Akhirnya Rini memutuskan untuk bercerai. Ya cerai. Mau gimana lagi. Pernikahan itu udah gak mungkin dipertahanin. Setelah dia cerai sama mantan suaminya, kehidupan yang dia jalaninpun gak semulus yang dia kira. Banyak masyarakat yang mencemooh, mencap janda itu gak bener. Perjalanan cintanya juga gak semulus yang dia harapkan. Tiap ada laki-laki yang tertarik sama dia. Setelah tau bahwa dia udah berstatus janda. Laki-laki itupun mundur dan ninggalin dia. Ya Tuhan.. sampe kapan dia kaya gini terus. Setahun... Dua tahun.. Sampe sekarang udah mau berjalan tiga tahun, masih sama. Gue berharap dan gue pun yakin suatu saat akan ada lelaki baik-baik yang mau terima dia apa adanya. Terima segala kekurangan dan kelebihan yang ada di dirinya terutama status sosialnya.

Oke... masih ada yang mau mencap bahwa janda itu hina? Hey man!! Open your eyes. Liat dulu kehidupannya. Kenalin dulu kayak gimana kesehariannya. Kalo seorang janda tersebut baik ya kenapa enggak? Ya udah gue rasa udah cukup ya postingan ini. Inget jangan pernah memandang orang lain berdasarkan status sosialnya. Tapi liat hatinya baik apa engga!!!

Tidak ada komentar: