Pagi ini begitu cerah. Sang mentari sepertinya sudah tak murung lagi sehingga ia tak enggan untuk memancarkan sinarnya untuk kami, semua makhluk Allah. Akupun tak lupa untuk menjalankan shubuhku, ya walaupun harus dibangunkan oleh ibu dan bapakku. Setidaknya aku bersyukur masih bisa bangun pagi menghirup udara segar di pagi hari ini.
Bagaimana denganmu emak (panggilan untuk nenek)? Dulu, emak selalu bangun lebih awal dari kami. Jam 1 dini hari emak sudah harus pergi ke pasar untuk berbelanja sayuran yang kemudian akan dijual dengan caramu berkeliling kampung. Emak.. Kau sungguh wanita yang luar biasa. Aku saja yang masih muda begini, belum tentu bisa melakukan hal seperti yang emak lakukan.
Kini emak sudah ada di sisi Allah. Emak sudah tenang di sana. Sudah genap tujuh bulan emak meninggalkan kami. Bagaimana kehidupan emak di sana? Allah sudah pasti menjaga emak kan di sana. Dan tentunya Allah selalu memberikan tempat yang istimewa di sana kan mak? Aamiin, kami di sini tak pernah lupa mengirimkan fathihah untuk emak di sana. Dan pastinya emak sudah bertemu dengan baba(panggilan untuk kakek) ya di sana? Ririn pernah bermimpi tentang baba. Di mimpi itu baba terlihat sangat gagah sekali. Sama seperti baba waktu masih sehat semasa hidupnya. Baba kelihatan tampan dan wangi. Emak, baba.. semoga kalian di sana mendapatkan tempat yang indah yang dihadiahkan Allah untuk kalian. Kami semua merindukanmu. Ririn, eneng, ipan, ibu dan bapak. Mudah-mudahan kelak kita semua akan berkumpul lagi seperti dulu ya di surganya Allah. Aamiin
Salam rindu dari cucumu
Ririn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar